Kenali Siklus Tidur Bayi, Sejak di Gynth Setelah Kelahiran

Pernahkah Anda bertanya-tanya apa yang bayi lakukan saat berada di rahim? Bayi bisa bergerak menendang perut ibunya, mendengarkan dan belajar suara di sekelilingnya, dan juga tertidur. Namun, di antara semua yang dilakukan, bayi tidur lebih nyenyak. Ini mempengaruhi siklus tidur setelah kelahiran bayi. Lantas, bagaimana mengatur siklus tidur bayi menjadi normal?

Bayi menghabiskan waktu mereka tidur di rahim

Seiring bertambahnya usia kehamilan tujuh bulan, bayi tersebut menghabiskan banyak waktu untuk tidur. Bahkan pada minggu ke 32, bayi bisa tidur hampir 90 sampai 95 persen setiap hari. Mereka menghabiskan beberapa jam tidur nyenyak, beberapa di antaranya juga mengalami REM (rapid eye movement) dan juga tidur ayam. Hal ini disebabkan oleh hormon melatonin, yang mempengaruhi siklus tidur dan terbangunnya belum cukup matang di otak bayi.

 

BACA JUGA: Mengenal Promil Inseminasi

 

Sekitar bulan ketujuh perkembangan janin, pergerakan mata bayi yang cepat (REM) akan terlihat untuk pertama kalinya. Perkembangan otak bayi saat itu akan membuat pergeseran antara REM dan tidur non-REM berlangsung dari 20 sampai 40 menit. Namun, siklus tidur ini masih diperdebatkan dalam penelitian.

Siklus tidur bayi di dalam rahim mempengaruhi siklus tidur bayi setelah lahir
Pola tidur manusia dikendalikan oleh jam biologis tubuh, disebut ritme sirkadian. Jam ini menunjukkan bahwa siklus berulang setiap 24 jam dari siang hari menuju kegelapan. Saat mata merasakan kegelapan, maka otak akan melepaskan hormon melatonin dan membuat Anda merasa mengantuk.

Tapi pada bayi, hormon melatonin belum diproduksi sempurna sampai bayi berusia tiga bulan. Di rahim, bayi bergantung pada sinyal jam biologis dari tubuh ibu. Melatonin ibu akan mengalir ke plasenta dan ini mempengaruhi pola tidur bayi dan gerakan bayi.

Saat lahir di dunia, karena bayi tidak memiliki hormon melatonin yang sempurna, ia akan memiliki siklus tidur yang tidak teratur. Padahal, siklus tidur tidak banyak berbeda dengan siklus tidur saat berada di rahim. Untungnya, hormon melatonin yang diproduksi oleh tubuh ibumu bisa disalurkan melalui ASI. Ini bisa membantu bayi mengembangkan jam biologis di tubuhnya.

Bayi yang baru lahir akan tidur dari 16 sampai 18 jam per hari. Namun, masa tidur bayi hanya empat sampai enam jam. Begitu Anda memiliki waktu sekitar dua minggu, Anda mulai mengajarkan perbedaan dalam kegelapan malam dan kecerahan pagi dan malam. Sampai usia tiga bulan, bayi akan memiliki siklus tidur biasa dan normal, yang lebih banyak menghabiskan waktu tidur di malam hari.

Bagaimana mengatur siklus tidur bayi baru lahir?

Pada minggu pertama kelahiran bayi, Anda mungkin mengalami sedikit kesulitan tidur nyenyak karena bayi masih terjaga di malam hari. Untuk itu, beberapa tips berikut bisa membantu melatih jam tidur bayi Anda normal karena siklus tidur masih menjadi bencana.

Pertama, saya sering mengajak bayi keluar rumah menikmati matahari. Menurut sebuah laporan di Science of Mom, satu studi melihat bayi berusia 6 sampai 12 minggu yang tidur nyenyak di malam hari karena mereka lebih terpapar sinar matahari di pagi dan sore hari. Hal ini menunjukkan bahwa hormon melatonin pada bayi berkembang setelah matahari terpapar pada pagi hari, sehingga siklus tidur lebih baik.

Kedua, masukkan rutinitas tidur yang konsisten, agar bayi bisa beradaptasi lebih mudah pada waktu tidur secara teratur. Kemudian, ciptakan suasana nyaman untuk tidur di malam hari, agar bayi tidak mudah bangun.

Ketiga, saat bayi mandi di siang hari, beri dia pijatan: Pijatan ringan pada tubuh bayi memberikan relaksasi di tubuh bayi sehingga bayi terbangun segar keesokan harinya. Sebelum tidur, Anda bisa memberi ASI saat Anda memeluk tubuh bayi agar hangat dan tertidur lebih cepat di malam hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *