Tempat Untuk Dikunjungi di Makassar Yang Harus Dikunjungi

Wisata yang ada di Makassar – Makassar yang terkenal dengan kulinernya yang khas, pisang epe dan coto memiliki berbagai pemandangan yang indah. Terletak di pantai Pulau Sulawesi, kota ini sangat populer di Pantai Losari. Tapi ternyata Makassar masih memiliki beragam tempat wisata, mulai dari pantai hingga dataran tinggi. Jangan sampai saat di Makassar, kamu tidak tahu ke mana harus pergi.

Tidak menyesal menyia-nyiakan hal yang menarik saat berkunjung ke Makassar nanti, berikut adalah 10 objek wisata di Makassar yang pasti masuk dalam agenda liburan anda:

1. Playa Losari

Berhenti di pantai yang terletak di Jalan Penghibur ini telah menjadi kegiatan wajib bagi setiap pengunjung yang telah datang ke Makassar. Tempat wisata utama ini memiliki keunikan tersendiri. Jika di pantai umumnya dikenal dengan pasir, pantai Losari tidak memiliki pasir. Jika tiba, Anda akan melihat beton di tepinya. Tanpa pasir tidak berarti tidak perlu mengunjungi pantai ini, ada banyak hal menarik lainnya dalam pandangan ini.

Di sini Anda bisa melakukan banyak kegiatan seru seperti memancing, bersepeda atau pisang, berlayar dan banyak lagi. Apa hal menarik lainnya tentang tempat wisata? Tentu kuliner. Ada banyak kelezatan kuliner Makassar yang bisa Anda nikmati di sini, mulai dari banana epe, coto, sup konro hingga ice pallu butung.

Tempat wisata di Makassar ramai dikunjungi setiap hari, terutama pada akhir pekan. Di pagi hari, banyak yang melakukannya sebagai jalur lari, sedangkan di sore hari, banyak yang menunggu saat matahari terbenam saat mereka traveling kuliner disini.

2. Benteng Rotterdam

Benteng Rotterdam atau Benteng Rotterdam terletak di dekat kawasan Pantai Losari. Benteng ini adalah salah satu aset historis Kerajaan Gowa-Tallo yang dibangun pada tahun 1545 oleh raja kesembilan. Awalnya, benteng itu dibangun dengan tanah liat dan putih telur, sampai raja ke-14 menyelesaikan bangunan.

Bila dilihat dari atas, bentuk benteng ini menyerupai kura-kura yang merayap menuju laut. Penyu dipilih karena hewan ini bisa hidup di air dan di darat, ini sesuai dengan Kerajaan Gowa-Stele yang berjaya di laut dan darat.

Nama awal benteng ini adalah ‘Benteng Ujungpandang’ sampai benteng ini jatuh ke tangan Belanda dan berganti nama menjadi Benteng Rotterdam. Nama ini menjadi populer sampai sekarang. Pada periode Belanda, benteng ini digunakan sebagai tempat penyimpanan rempah-rempah dari kawasan timur Indonesia.

Di kompleks benteng, ada 13 bangunan dan lima menara dengan menara di pintu masuk, sementara empat lainnya berada di setiap sudut kawasan benteng. Ada juga museum bernama Museo de La Galigo yang berisi koleksi benda-benda kebesaran kerajaan kuno. Selain itu, ada sebuah ruangan yang diyakini sebagai pengasingan Pangeran Diponegoro.

Buka setiap hari dari pukul 08:00 sampai 18:00 dan gratis. Sedangkan untuk museum, Anda akan dikenai biaya masuk Rs 7.500 per orang. Museum La Galigo buka setiap hari Selasa dan Minggu, dari pukul 08:00 sampai 12:30.

3. Trans Studio Makassar

Trans Studio Makassar menjadi ikon tempat wisata modern di kota ini. Dibuka pada tanggal 20 Mei 2009, Trans Studio terletak di area seluas 2,7 hektar. Di dalamnya, ada 21 objek wisata dan empat zona game, yaitu Studio Central, Kota Kartun, Lost City dan Magic Corner.

Buka setiap hari dari pukul 10:00 sampai 7:00, kecuali pada akhir pekan dan hari libur, Trans Studio Makassar buka sampai pukul 9:00 malam. Untuk penerimaan Anda akan dikenakan biaya 100.000 rupee pada hari kerja, 175.000 rupee pada akhir pekan dan 200.000 rupee saat ada acara khusus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *